PENGEMBANGAN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR

 

Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman sumberdaya ikan (mega diversity) baik laut maupun tawar. Dalam bidang budidaya umumnya orang lebih mengenal budidaya seperti ikan mas, nila, lele, gurami dan patin. Padahal ikan-ikan lokal yang mempunyai nilai ekonomis masih sangat banyak dan berpotensi untuk dikembangkan budidayanya. Banyak jenis ikan-ikan lokal yang harga dan permintaannya tinggi sampai saat ini, seperti ikan semah, baung,  belida, gabus dan masih banyak jenis ikan lokal air tawar lainnya. Tingginya harga dan permintaan untuk ikan lokal tersebut mendorong eksploitasinya secara terus menerus melalui penangkapan dari alam akibatnya ketersediaannya di alam sudah mulai langka bahkan punah seperti ikan Tor di Danau Toba, Sumatera Utara. Salah satu usaha untuk menjaga kelestariannya melaui budidaya, usaha budidaya dapat berhasil dengan baik harus didukung dengan teknologi budidaya. Kondisi inilah yang banyak menjadi permasalahan bagi daerah karena umumnya masih keterbatasan dalam penguasaan teknologi budidaya sehingga pengembangan budidaya ikan-ikan lokal yang bernialai ekonomis belum begitu berkembang. Percepatan pengembangan budidaya ikan air tawar spesifik lokal dan bernilai ekonomis yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia sangat membutuhkan pendampingan teknologi.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya (Puslitbang Budidaya), Dr. Tri Heru Prihadi, M.Sc  dalam sambutannya di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi saat menjalin kerja sama menyatakan kesiapan instansi yang dipimpinnya dalam mempercepat terjadinya alih teknologi budidaya perikanan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa percepatan alih  teknologi  nantinya tidak hanya menugaskan peneliti ke daerah tetapi peneliti juga dituntut siap untuk memberikan training atau magang bagi tenaga-tenaga teknis di daerah yang berminat datang ke balai lingkup Puslitbang Budidaya dalam  memperluas pengetahuan dan pengalaman tentang teknologi budidaya. Ditambahkan bahwa pendampingan teknologi tidak hanya dapat dilakukan dalam bidang budidaya ikan air tawar, tetapi juga untuk budidaya air payau dan laut. Pemerintah daerah menyambut baik bentuk pendampingan teknologi budidaya yang akan dikembangankan oleh Puslitbang Budidaya. Pada tanggal 17 dan 18 Februari tahun 2014 telah ditanda tangani dua MoU untuk pendampingan teknologi pengembagan budidaya ikan air tawar, masing-masing antara Puslitbang Budidaya dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur pengembangan budidaya ikan betutu dan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT), Bogor dengan Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi dalam pengembangan budidaya ikan semah. Pada MoU di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Bupati Zumi Zola Zulkifli, SPT, MA menyampaikan bahwa adanya pendampingan teknologi ini diharapkan memberi dampak terhadap perbaikan perokonomian masyarakat pembudidaya ikan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pada tahap awal Bupati menyarankan fokus pada pembenahan Balai Banih Ikan yang dimiliki terutama untuk kelengkapan sarana hatchery agar benih ikan betutu selalu tersedia untuk mendukung pengembangan budidayanya, selain itu juga diharapkan ada teknologi pakan yang lebih ekonomis. Rintisan kerja sama juga tengah dilakukan dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun, Jambi masih terkait dengan budidaya ikan semah. Kabupaten Sarolangun masih ditemukan adanya ikan semah, karena di daerah atas kebijakan pemerintah daerah ikan ini disediakan tempat suakanya yang disebut “lubuk larangan”.      

 

Ikan semah sengaja dilepaskan dilubuk larangan dan hanya boleh ditangkap pada waktu tertentu, Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Endre menjelaskan untuk menjaga kelestarian ikan semah dengan penangkaran di lubuk larangan dirasa belum cukup efektif karena masih saja ada orang yang tidak bertanggungjawab melanggar aturan yang telah diberlakukan. Orang namor satu di Sarolangun ini menyakini bahwa adanya penampingan teknologi budidaya ikan semah diyakini cara yang tepat untuk menjaga kelestariannya. Kepala daerah Kabupaten Sarolangun merupakan orang yang sangat senang makan ikan semah, menurutnya bahwa ikan semah merupakan ikan yang paling enak rasanya dan bahkan ikan semah menjadi menu sering disuguhkan dalam acara resmi pemerintah daerah Provinsi Jambi. Oleh karena itu Kabupaten Sarolangun yang memiliki potensi untuk pengembangan budidaya ikan semah akan didukung oleh bupati untuk pengembagan budidayanya. Bupati dalam diskusi menyampaikan bahwa rencana di Sarolangun akan dibangun Balai Benih Ikan terutama untuk ikan semah dan akan diusahakan sampai pada pembesaran dengan sistem kolam air deras yang dirancang sesuai dengan habitat ikan semah. Diharapkan kedepan Kabupaten Sarolangun dapat menjadi pensuplai benih ikan semah bagi daerah lain dan pengembangan budidayanya dapat dikembangkan selain untuk meningkatkan produksi budidaya perikanan air tawar dapat juga dekembangakan kearah akuawisata.

 

Sumber : Idil A (BPPBAT, Bogor)

Leave a Reply