DRAFT RUMUSAN HASIL PERTEMUAN RAPAT KERJA TEKNIS 2014

DRAFT RUMUSAN

HASIL PERTEMUAN RAPAT KERJA TEKNIS 2014

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA

Bogor, 15-17 April 2014

 

 

Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya (P4B) dengan tema Penguatan Iptek Perikanan Budidaya yang Berdaya Saing dalam Mendukung Industrialisasi Kelautan dan Perikanan&rdquo~ dilaksanakan pada tanggal 15-17 April 2014 di Hotel Pangrango 2, Bogor, Jawa Barat. Rakernis ini bertujuan untuk: (1) Menjalin kemitraan dengan lembaga terkait dan dunia industri dalam penyelenggaraan program serta diseminasi dan komersialisasi hasil litbang, (2) Meningkatkan koordinasi dan konsolidasi Puslitbang Perikanan Budidaya dengan UPT di bawahnya dan dengan institusi terkait. Pertemuan tersebut dihadiri oleh: Plt. Kepala Badan Penelitian &amp~ Pengembangan Kelautan dan Perikanan: Direktur Jenderal Perikanan Budidaya~ Kepala P4B, Narasumber, Ditjen Perikanan Tangkap, Kepala Balai Besar/Balai/Loka, Pejabat Fungsional dan Struktural lingkup P4B, serta para undangan lainnya.

Setelah mendengar dan memperhatikan:

  1. Arahan Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
  2. Materi yang disajikan pada Rakernis:
  • Penguatan Iptek Kelautan dan Perikanan yang Berdaya Saing dalam Mendukung Industrialisasi Kelautan dan Perikanan, oleh Plt. Kepala Badan Litbang Kelautan dan Perikanan;
  • Kebijakan Pembangunan Perikanan Budidaya yang Berdaya Saing, oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya;
  • Pembinaan Karier Jabatan Fungsional Teknis dan Non Teknis, oleh Supranawa Yusuf, SH, MPA, Kepala Biro Kepegawaian KKP;
  • Sinergitas Litbang dengan Penyuluhan, oleh Ir. Rina, M.Si, Kepala Pusat Penyuluhan BPSDM;
  • From Research to Industry, oleh Ir. Kristanto Santosa, Direktur Eksekutif Business Innovation;
  • Kiat-kiat menjadi Pusat Unggulan Iptek, oleh Dr. Ir. M. Rahmad Suhartanto, M.Si, Sekretaris Eksekutif Pusat Kajian Hortikultura Tropika, IPB;
  1. Hasil Sidang Kelompok (Paralel) Koordinasi dan Sinkronisasi Kegiatan Tata Operasional, Monev, Tata Usaha, dan Pelayanan Teknis lingkup P4B
  1. Serta hasil diskusi yang berkembang, maka dirumuskan Pertemuan Rakernis 2014 sebagai berikut:

 

A.&nbsp~ UMUM

  1. Litbang perikanan budidaya harus berada pada koridor kebijakan strategis Balitbang KP dalam mendukung program KKP termasuk minapolitan, industrialisasi dan ekonomi biru.
  2. Hasil litbang diupayakan berupa iptek yang berdaya saing dan dapat diadopsi&nbsp~ oleh masyarakat dengan indikator keberhasilan yang mempertimbangkan variabel teknis, ekonomis, sosial, lingkungan, dan kelembagaan.
  3. Pengajuan proposal litbang harus mengacu pada Peraturan Pemerintah No 30/2008 tentang Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan Perikanan dan kebijakan Balitbang KP dengan mengutamakan penelitian terapan dan pengembangan dengan proporsi pendanaan penelitian dasar 20%, penelitian terapan 40%, dan pengembangan 40%.
  4. Pengembangan perikanan budidaya harus didukung litbang strategis dengan mempertimbangkan tiga pendekatan kebijakan, yakni (1) pengembangan kawasan minapolitan dan peningkatan industrialisasi yang berbasis ekonomi biru~ (2) pengembangan komoditas unggulan~ dan (3) pengembangan skala usaha.
  5. Perlu dukungan litbang dalam pengembangan budidaya perikanan di pantai Selatan Jawa agar keberlanjutan usaha dan lingkungan dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari masalah&rdquo~ seperti yang terjadi sebelumnya di Pantai Utara Jawa.
  6. Pemanfaatan potensi pengembangan budidaya baru mencapai 6,3% pada tahun 2012, sehingga perlu adanya akselerasi pemanfaatan potensi sumber daya KP khususnya dalam pengembangan industrialisasi marikultur (yang pemanfaatannya masih 1,4%) yang memerlukan litbang secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
  7. Litbang perikanan budidaya harus ditujukan untuk menunjang tujuan pembangunan KP~ mengawal IKU kementerian KP~ meningkatkan kualitas dan daya saing sektor KP~ dan memberikan manfaat bagi masyarakat pengguna
  8. Pelaksanaan penelitian dasar di Balai Besar/Balai/Loka diupayakan untuk dilakukan dengan kerjasama Perguruan Tinggi atau Institusi Litbang Non Kementerian.
  9. Sinergi antar eselon II harus dilakukan dalam upaya pelaksanaan litbang yang konferehensif, misalnya litbang tuna di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut (BBPPBL) Gondol-Bali dilakukan dengan melibatkan Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK), Wakatobi.
  10. Untuk memenuhi sasaran litbang KP, maka ditetapkan 5 upaya litbang perikanan budidaya, yakni (1) peningkatan produktivitas~ (2) litbang pakan~ (3) komoditas~ (4) penyebaran hasil litbang~ dan (5) peningkatan sinergitas.
  11. Pusat Unggulan Iptek Hortikultura Institut Pertanian Bogor merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang dapat dijadikan model pembentukan pusat iptek, konsorsium, dan inkubator bisnis di lingkup Balitbang KP atau lingkup P4B dalam rangka mendorong percepatan komersialisasi hasil litbang.
  12. Litbang perikanan budidaya harus didorong untuk memenuhi kebutuhan stakeholder termasuk kebutuhan bisniss/industry, sehingga kolaborasi litbang pemerintah dengan bisnis harus mulai dibangun dengan bisnis pada saat litbang dasar dan terapan yang porsi litbang semakin lama semakin kecil sampai alih teknologi yang dilakukan sepenuhnya dilakukan oleh bisnis.
  13. REFINE merupakan kegiatan yang dapat dilakukan melalui sinergitas antara penyuluh dan peneliti, demikian halnya dengan kegiatan IPTEKMAS, diseminasi, on-farm research akan dilakukan dengan pendampingan kelompok pembudidaya oleh peneliti dan penyuluh.
  14. Sinergitas antara litbang KP dengan BPSDM meliputi beberapa kegiatan antara lain: (1) Perencanaan Kegiatan Bersama Pusluh KP dan Puslitbang PB (teknologi, lokasi, pembiayaan, SDM dan komitmen masyarakat dan daerah); (2) Sosialisasi dan Pelatihan teknologi hasil karya Peneliti kepada Penyuluh Perikanan ~ (3) Partisipasi aktif Penyuluh Perikanan setempat pada kegiatan-kegiatan Percontohan Puslitbang PB~ (4) Pemanfaatan cyber extension, sms gateway, dan simluh oleh Puslitbang PB: dan (5) Keterlibatan Peneliti pada kegiatan Pusluh dengan para Penyuluh KP.
  15. Penguatan jabatan fungsional lingkup KKP dilakukan melalui: (1) penambahan jumlah jabatan fungsional~ (2) penetapan pola karir jabatan fungsional~ (3) peningkatan kemampuan jabatan fungsional~ dan (4) peningkatan tunjangan jabatan fungsional.
  16. Pengadaan PNS dan P3K akan dimulai pada tahun 2014 dan dilakukan secara Nasional berdasarkan formasi yang telah ditetapkan oleh MenPAN..

 

B. KOORDINASI DAN SINKRONISASI TO, MONEV, TU, DAN PT LINGKUP P4B

&nbsp~1. Tata Operasional dan Monev

  1. Semua kegiatan litbang yang dilakukan dan memiliki indikator kinerja wajib dicantumkan pendanaannya di RKAKL, dimana kegiatan litbang lingkup P4B harus berbasis SMART (Spesific/tusi~ Measurable/terukur~ Achievable/ dapat dicapai~ Relevan/terkait dengan IKU eselon diatasnya~ dan Timebond/batas waktu tertentu) serta selaras dengan IKU Balitbang KP (matriks IKU 2015-2019 satker lingkup P4B terlampir dari rumusan ini).
  2. Peneliti hanya dapat terlibat dalam kegiatan litbang maksimal 4 kegiatan setiap tahun.
  3. Pelaksanaan penelitian dasar diutamakan dengan melibatkan Perguruan Tinggi dan atau Litbang Non Kementerian.
  4. Nama kelompok peneliti (kelti) yang akan diusulkan untuk lingkup P4B, adalah: (1) Pemuliaan dan Genetika, (2) Nutrisi dan Teknologi Pakan, (3) Pengendalian Penyakit~ (4) Teknologi dan Lingkungan, dan (5) Analisis Kebijakan dan Pengembangan Teknologi.
  5. Indikator kinerja Karya Tulis Ilmiah (KTI) wajib dicantumkan dalam RKAKL tahun 2015 di seluruh satker lingkup P4B.

&nbsp~ 2.&nbsp~ Tata Usaha

1.Dalam rangka memperkuat peran Komisi Pengembangan Pegawai dalam perencanaan dan pengembangan kapasitas pegawai serta pengembangan karir pegawai, setiap satker di lingkup P4B harus membentuk tim etika dan pengembangan pegawai.

2.Inventarisasi&nbsp~ kebutuhan pegawai sesuai jabatan wajib dibuat setiap awal tahun untuk keperluan pengusulan diklat fungsional dan diklat lainnya untuk meningkatkan kompetensi pegawai

3.Pembinaan jenjang karier fungsional peneliti dan fungsional litkayasa dilakukan melalui peningkatan peran kelompok peneliti, sehingga perlu dibentuk kelti dan ditetapkan ketua kelompoknya yang dituangkan dalam SK Kepala Balitbang KP.

4.Akreditasi Laboratorium di lingkup P4B oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) harus segera dilaksanakan untuk peningkatan kredibilitas hasil litbang perikanan budidaya.

&nbsp~ 3.&nbsp~ Pelayanan Teknis

  1. Dalam rangka percepatan penyampaian hasil-hasil litbang kepada pengguna telah disusun matrik yang berisi jenis hasil litbang, target pengguna dan mekanisme penyampaian hasil yang merupakan lampiran dari rumusan ini.
  2. Diperlukan penataan kelembagaan baik dalam bentuk penguatan fungsi pada struktur organisasi yang telah ada yang membidangi diseminasi dan alih teknologi maupun&nbsp~ pembentukan struktur baru yang didedikasikan khusus untuk fungsi diseminasi dan alih teknologi.
  3. Setiap satker yang memiliki hasil-hasil litbang yang siap dikomersialisasikan agar melengkapi produknya dengan bisnis plan yang disusun berkoordinasi dengan tim inkubator bisnis. 

C. TINDAK LANJUT

  1. Penerapan PP No.30/2008 perlu ditindaklanjuti dengan penjabaran kebijakan ditingkat Balitbang KP dan P4B khususnya yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi (tusi) Balai Besar/Balai/Loka.
  2. Sinergitas antar Eselon II lingkup Balitbang KP harus ditindaklanjuti dengan forum sinkronisasi program oleh P4B.
  3. Perlu tindak lanjut hasil review ITJEN pada RKAKL 2015 satker lingkup P4B terkait dengan kegiatan litbang 2015 yang tidak berbasis SMART selaras dengan IKU Balitbang KP paling lambat minggu ke-3 April 2014.
  4. Menginisiasi terbentuknya tim inkubator bisnis di lingkup P4B melalui penguatan fungsi dari Bidang Pelayanan Teknis selambat-lambatnya pada&nbsp~ Juni 2014.
  5. Sosialisasi UU No.5/2014 tentang ASN khususnya yang terkait dengan pembinaan karir jabatan fungsinal perlu dilakukan di seluruh satker lingkup P4B pada tahun 2014.
  6. Evaluasi pemanfaatan laboratorium dan peralatan penelitian sebagai dasar penyusunan kebutuhan dan pengembangan sarana dan prasarana litbang KP tahun 2014 harus dilaksanakan paling lambat akhir Semester 1.

D. LAIN-LAIN

Penanggung jawab pelaksanaan tindak lanjut hasil rumusan Rakernis P4B Tahun 2014 adalah Kepala Bidang Tata Operasional, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya.

 

Bogor, &nbsp~April &nbsp~2014

 

Tim Perumus

Dr. Ir. Andi Parenrengi, M.Sc

Dr. Imron, S.Pi, M.Si

Ir. Retna Utami, M.Sc

 

 

Leave a Reply