Inventarisasi data BALITBANGKP

Bogor, 12 Desember 2014 – Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) KKP menyelenggarakan Rapat Inventarisasi Data Litbang KP tahun 2011 – 2013. Bertempat di Aula Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT) Bogor, kegiatan ini ditujukan sebagai upaya inventarisasi dan penyeragaman format data yang dimiliki setiap satuan kerja (satker) lingkup Balitbang KP untuk dimasukkan dalam buku “KKP dalam Angka 2014”. Dibuka oleh Sekretaris Balitbang KP, Indra Sakti, beliau menekankan pentingnya data hasil litbang. “Data merupakan hal penting. Untuk mengatur hal ini, ke depan di Balitbang KP akan ada bagian khusus yang menangani basis data penelitian. Oleh karena itu, perlu ada kesamaan format. Menteri butuh data sangat cepat dari Balitbang KP untuk menentukan kebijakan”, ungkap Indra.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan oleh presentasi dari Dino Dwi Jayanto selaku Koordinator Bagian Basis Data dan Publikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan judul “Research Repository : UGM Best Practices” dan Bagus Hendrajaja dari P4KSI KKP dengan judul “Knowledge Management untuk Institusi Litbang”.

Dalam presentasinya, narasumber pertama memaparkan bahwa data yang baik harus valid, akurat, dan aktual. “Tidak boleh lagi ada data yang salah sehingga kebijakan salah. Untuk mengembangkan basis data ini, ada beberapa kebutuhan yang diperlukan mulai dari: (1) analisis dasar dan kebijakan umum, (2) aplikasi/software, (3) infrastruktur, (4) SDM, dan (5) strategi implementasinya”. Sedangkan narasumber kedua memaparkan bahwa Knowledge Management (KM) merupakan dasar prasyarat untuk memperoleh 100% tunjangan kinerja. Terkait hal ini, selanjutnya Bagus menyarankan setiap satker untuk segera membuat modul Knowledge Management.

Sebagai sesi terakhir, acara dilanjutkan dengan penyeragaman dan pengisian data hasil litbang 2011 – 2013 yang dipimpin oleh Ibu Dewi selaku kepala seksi Dokumentasi dan Pustaka Balitbang KP.

Hal-hal lain yang berkembang selama kegiatan berlangsung adalah keengganan peneliti menyetor data mentah, infrastruktur basis data belum siap dan diperlukan penyeragaman, website Balitbang KP yang tidak terawat dan tidak update, jurnal setiap satker yang tidak terintegrasi, dan saran agar atasan mendorong bahwa data yang dimiliki harus dibenarkan.

Peserta diwakili oleh seluruh satker lingkup Balitbang KP. Dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias sendiri diwakili oleh Kasie Pelayanan Teknis Endah Susiyanti dan staff Ruby Vidia Kusumah.

 

Sumber : Balitbang Dias Depok

 

Bidang Pelayanan Teknis

Puslitbang Perikanan Budidaya

Leave a Reply