BALITBANGDIAS LAKUKAN RINTISAN KERJASAMA KEMBANGKAN IKAN HIAS ENDEMIK KALIMANTAN TIMUR

Depok, 29 April 2015. Disela-sela kunjungan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda-Kalimantan Timur (Ir. H. Samsul Bahri, M.Si) didampingi pejabat struktural terkait (Ir. Edi M. Amirullah), ke Balai Litbang Budidaya Ikan Hias Depok, sampaikan potensi Kota Samarinda akan ikan hias lokal dan tanaman hias yang mempunyai nilai eksotik yang ditemukan di daerahnya. Adapun potensi Kota Samarinda selain potenisi ikan hiasnya juga dukungan sebagai kota dagang, dan banyaknya para hobiis. Ini yang menjadi harapan besar Kota Samarinda untuk kembangkan ikan hias endemik selain untuk tingkatkan ekonomi masyarakat juga mengembangkan konsep konservasi ikan hias melalui budidaya sebagai lambang potensi daerah yang harus dipertahankan. Beberapa contoh ikan hias goby, ikan tali tali (permintan ekspor),  rasbora, sili, buntal, borneo sucker, dan wild betta dan ikan hias endemik lainnya ditemukan di beberapa tempat  dimana pemerintah setempat telah membagi kedalam zonasi yaitu 1) Zonasi sumber air, 2) Zonasi sungai kecil, 3) Zonasi perairan blackwater seta 4) Zonasi perairan jernih, 5) Zonasi perairan anak sungai sedang, 6) Zonasi perairan sungai besar. Selain itu juga potensi akan tanaman hias air yang telah mendunia yaitu Buchepalndra, juga ditemukan di hutan di Kalimantan Timur. Pada kesempatan tersebut Kepala Balitbangdias (Anjang Bangun Prasetio, MP) sampaikan profile Balai dan program litbang yang ada di depan peserta rapat, sebagai dasar untuk melakukan kerjasama kedua lembaga ini. Hasil diskusi diperoleh kesepakatan sebagai berikut: akan lakukan rintisan kerjasama dengan menyusun MoU dan PKS (Perjanjian Kerjasama) antara kedua belah pihak. Adapun kerjasamanya meliputi: (1) Mapping potensi ikan hias lokal dan tanaman hias  (endemik) Kota Samarinda yang meliputi potensi komoditas, pasar, kesiapan teknologi, pasar serta kondisi sungai sebagai habitat ikan hias lokal. (2) Pemilihan komoditas yang akan diaplikasikan teknologinya, (3) Model pendampingan teknologi untuk masyarakat, (4) Restocking untuk ikan hias lokal yang mengalami kepunahan,(5) serta penyiapan sarana dan prasarana (Hatchery, ruang display) dan sarana lainnya untuk mendukung rencana kerjasama tersebut (pengembangan ikan hias lokal) melalui dana usulan Dana APBDP tahun 2015.

Leave a Reply