PENINGKATAN PENDAPATAN MELALUI TEKNOLOGI YUMINA BUMINA SISTEM PASANG SURUT KAB. PACITAN

28BUMINAPACITAN[1]

Budidaya ikan secara intensif terbukti dapat meningkatkan produksi sangat signifikan, namun dampak negatif dari budidaya secara intensif adalah limbah yang dihasilkan seperti feses, urin dan sisa pakan juga meningkat. Hal tersebut dapat membahayakan organisme akuatik karena bersifat toksik. Solusi agar perikanan budidaya air tawar berkelanjutan, maka Balai Penelitian dan Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor (BPPBAT) telah melakukan inovasi teknologi budidaya yang dikenal dengan nama Yumina-Bumina. Teknologi Yumina adalah teknologi budidaya ikan dan sayuran, sedangkan teknologi Bumina adalah teknologi budidaya ikan dan buah-buahan. Teknologi Yumina Bumina ini merupakan pengembangan dari teknologi Akuaponik, yang dirintis dan dikaji pada tahun 2005 oleh Almarhum Prof. Dr. Taufik Achmad yang diujikan pada budidaya ikan patin dengan sayuran kangkung dan pakcoi.

 

Artikel lengkap klik disini

Leave a Reply