Pers Release : Ikan Tapah (Wallago leeri) dan Lelan sudah bisa di kembangbiakan secara buatan

ikan-tapah

Riau 10 November 2015, Pemerintah Provinsi Riau Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan terus mendorong UPTD untuk mengembangkan tiga jenis ikan lokal yang sulit ditemukan atau hampir langka di perairan Riau. Kepala dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau , Ibu Tien Mastina, M.Si. pada hari Jumat tgl 28 Agustus 2015 telah mengesahkan perjanjian kerjasama penelitian antara UPT Pembenihan Perikanan (Balai Benih Ikan Sentral di Sei Tibun Kampar) dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT), PUSLITBANG PERIKANAN, BALITBANG KP di Bogor pada Jumat (28/8/2015). Tujuan dari kerjasama adalah untuk melaksanakan kegiatan Domestikasi tiga jenis ikan lokal potensial di provinsi Riau sebagaimana yang telah tertuang dalam Renstra Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi, adapun ketiga jenis ikan potensial dikembangkan adalah ikan Baung (Hemibagrus sp), ikan Lelan (Osteochilus sp) dan ikan Tapah (Wallago sp.) Prioritas utama pengembangan kearah domestikasi tertuju kepada dua komoditas potensial yaitu ikan Tapah dan ikan Lelan, sedangkan ikan Baung lebih kearah pengembangan perbenihan dan budidaya ke masyarakat.
Ikan Tapah merupakan ikan asli perairan sungai memiliki postur tubuh: badan memipih dan memanjang mulai dari bagian belakang sirip punggung hingga sampai ekor, sirip anal menyatu, ekor cagak, sementara bagian depan badan; moncong mulut melebar dan membulat mulai dari bagian overkulum hingga ke bagian badan pangkal sirip punggung, tampak keseluruhan ikan ini merupakan perpaduan bentuk antara bagian depan menyerupai ikan baung dan bagian belakang menyerupai ikan belida atau lais.
Realisasi pelaksanaan kegiatan kerjasama, dimana pada 5-7 November 2105, Team peneliti dari BPPBAT-Bogor (Ir. Anang Hari Kristanto, M.Sc. Ph.D; Drs. Jojo Subagja M.Si; Otong Zaenal Arifin, S.Pi, M.Si dan Yulianti, M.Si) telah berhasil melakukan pemijahan buatan ikan tapah, lelan dan baung di BBIS Sei Tibun yang merupakan lokasi kegiatan Kerjasama.
Indukan Ikan Tapah yang digunakan pada pemijahan buatan merupakan koleksi UPT Pembenihan ikan Sei Tibun yang telah diadaptasikan dalam kolam selama 3 tahun. Indukan yang dikoleksi telah mencapai kisaran bobot 2-4,5 kg. Kegiatan Pemijahan buatan diawali dengan memilih induk yang telah matang gonad melalui pengamatan terhadap sampel telur dan sperma. Induk ikan tapah yang terpilih kemudian di triger/ di injeksi hormon gonadotropin setelah 17 jam ikan betina di striping (mengeluarkan telur dengan jalan mengurutnya), kemudian telur dibuahi dengan sperma dari ikan jantan (Pembuahan kering), dari hasil pemijahan buatan tersebut sekarang BBI sei Tibun telah memiliki anakan (Generasi 1) hingga laporan ini dibuat kelangsungan hidup benih ikan masih 50% dari jumlah telur ovulasi.
Generasi pertama ini akan dipelihara terus dengan harapan untuk dijadikan indukan, melalui proses adaptasi dari generasi kegenerasi pada lingkungan budidaya, diharapkan ikan tapah dapat dijadikan sebagai komoditas unggulan budidaya, mengingat jenis ini memiliki nilai ekonomis penting dengan potensi pasar yang besar,dari informasi yang diperoleh kini harga ikan tapah mencapai Rp. 120.000,- per Kg.
Rintisan budidaya ikan tapah di wilayah kampar sudah dimulai, beberapa pembudidaya memelihara ikan ini di dalam keramba kayu di sungai, selama ini benih untuk pembesaran di peroleh dari hasil mengumpulkan dari para nelayan (hasil tangkapan di sungai). Kedepan UPT Perbenihan ikan di Sei Tibun melalui kerjasama penelitian dengan BPPBAT Bogor berupaya dalam pengembangan produksi benih ikanTapah, hal ini akan mempermudah para pembudidaya dalam penyediaan benih.
Demikian pers release ini disampaikan.

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
• Kepala UPT Sei Tibun Bapak Ir. Said Asmara Zenal Hp…..
• Kepala BPPBAT- Bogor Bapak Ir. Anang Hari Kristanto, MSc. PhD. 0251-8313200

image-ikan-tapah

Leave a Reply