SIMPOSIUM NASIONAL KRUSTASEA

Jakarta, 15 Mei 2017 . Telah dilaksanakan Simposium Nasional Pengelolaan Perikanan Krustasea Berkelanjutan di Gedung Mina Bahari (GMB) 4 Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jln. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, dengan tema “Menuju Pengelolaan Perikanan Krustasea yang Berkelanjutan di Indonesia”. Tujuan diselenggarakannya Simposium Nasional Krustasea adalah untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan kajian ilmiah terbaru terkait perikanan (tangkap) krustasea, yang meliputi sumber daya udang, kepiting bakau, lobster, rajungan, udang mantis, dan udang kipas di Indonesia.

Simposium Nasional Krustasea terselenggara atas kerja sama Pusat Riset Perikanan (PUSRISKAN) Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan WWF-Indonesia, dan didukung oleh Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (KOMNAS KAJISKAN), Institut Pertanian Bogor (IPB), Yayasan TAKA, serta beberapa pihak terkait lainnya. Acara dibuka oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Bapak M. Zulficar Muchtar, S.T., M.Si. dan dihadiri oleh 70 peserta, baik dari kalangan peneliti, akademisi, pemerhati, perikanan, praktisi perikanan, maupun perwakilan dari eselon 1 lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pada kesempatan tersebut dipaparkan beberapa materi oleh para pembicara, dan dilanjutkan dengan sesi pemaparan makalah hasil penelitian oleh para peneliti, akademisi, pemerhati, maupun praktisi perikanan.

Berikut adalah materi-materi yang diberikan oleh pembicara Simposium Nasional Krustasea 2017:

  1. KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERIKANAN KRUSTASE DI WPP-NRI

Oleh: Dr. Toni Ruchimat (Kepala Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan)

  1. KAJIAN DAN STATUS STOK PERIKANAN KRUSTASE

Oleh: Prof. Dr. Indra Jaya (Ketua Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan)

  1. KEBERLANJUTAN INDUSTRI DAN BISNIS RAJUNGAN DI INDONESIA

Oleh: Dr. Hawis Madduppa (Executive Director Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia)

  1. PERIKANAN KRUSTASEA INDONESIA DILIHAT DENGAN STANDAR MSC

Oleh: Abdullah Habibi (Fisheries and Aquaculture Improvement Manager WWF-Indonesia)

Jumlah makalah yang dipresentasikan oleh para pemakalah berjumlah 44 makalah yang terbagi dalam tiga subtema terdiri atas:

  • Biologi, ekologi, dan dinamika populasi krustase
  • Praktik pemanfaatan ramah lingkungan dan aspek sosial ekonomi
  • Regulasi, kelembagaan, dan pengelolaan berkelanjutan

Dari hasil evaluasi oleh para Evaluator yang terdiri atas Prof. Dr. Ali Suman, Drs. Bambang Sumiono, M.Si., Prof. Dr. Ir. Ngurah N. Wiadnyana, DEA, Ir. Duto Nugroho, M.Si., Prof.Dr. Sonny Koeshendrajana, M.Sc., Dr. Umi Mu’awanah, M.Sc., Dr. Andin H. Taryoto, dan Muhammad Yusuf, M.Si., diperoleh enam nama pemakalah terbaik yaitu:

  1. Wahyu Dewantara (IPB), dengan judul makalah “Aspek petumbuhan kepiting bakau (Scylla tranquebarica Fabricus,1798) di Perairan Estuari Segara Anakan Bagian Barat, Cilacap, Indonesia.”
  2. Umi Chodrijah (BPPL Muara Baru), dengan judul makalah “Bio-reproduksi udang tiger (Penaeus monodon) di Tarakan, Kalimantan Utara.”
  3. Dimas Angga Hedianto (BRPSDI Jatiluhur), dengan judul makalah “Aspek biologi, sebaran, dan pendugaan daerah asuhan Metapenaeus dobsoni (Miers, 1878) di Perairan Aceh Timur.”
  4. Johannes M.S. Tetelepta (Unpatti), dengan judul makalah “Beberapa aspek biologi dan analisis keberlanjutan perikanan kepiting bakau Scylla serrata (Forskal) di Perairan Teluk Kotania, Kabupaten Seram Bagian Barat.”
  5. Amula Nurfiarini (BRPSDI Jatiluhur), dengan judul makalah “Penemuan keduan lobster batik merah (Panulirus longipes femoristriga Von Martens, 1872) di Teluk Sepi, Lombok Barat, dan beberapa aspek biologinya.”

Laura Siahainenia (EAFM Unpatti), dengan judul makalah “Strategi pengelolaan sumberdaya kepiting bakau (Scylla spp.) berbasis kondisi ekobiologis di ekosistem mangrove Teluk Ambon Dalam.”

 

Pusriskan – BRSDM